Rahasia 002 - Orang Dahulu Yang Tahu
Saya takjub betapa banyak orang yang tahu tentang ini. Mereka orang-orang terkemuka dalam sejarah dunia! (Rhonda Byrne)
Ketika itu, segalanya dalam kehidupan Rhonda sedang jatuh berantakan, secara emosional dan keuangan sedang mengalami masalah. Lalu ayahnya juga meninggal secara tiba-tiba, Rhonda sangat khawatir tentang Ibunya. “Tiap hari saya menangis dan menangis, tapi saya tidak ingin anak perempuan saya melihat kesedihan saya.”
Lalu anak perempuan Rhonda memberinya satu buku berjudul “The Science of Getting Rich”, buku yang sudah ditulis semenjak tahun 1910, oleh Wallace D. Wattles.
“Ada kekuatan dari dalam yang membuatku membaca satu halaman demi halaman, dan saya masih ingat ketika air mataku jatuh menimpa tiap halaman yang kubaca,” kata Rhonda. “Buku ini memberikan satu titik terang The Secret. Seperti seberkas cahaya dari dalam hati. Dan sejak hari itu, muncul nyala api yang terus menyala, ingin membagikan semua pengetahuan ini ke seluruh dunia.”
***
Emerald Tablet
Jauh sebelumnya, 3.000 tahun sebelum masehi, telah dibuat suatu prasasti dengan batu Emerald dinamai Emerald Tablet, saat kerajaan Babylonia sedang terbentuk, yang diterjemahan oleh Newton ke dalam bahasa latin, berbunyi:
Quod est inferius est sicut quod est superius,
et quod est superius est sicut quod est inferius
As above, so below. As within, so without!
Sebagaimana atas, sedemikian juga di bawah. Sebagaimana di dalam, sedemikian juga di luar!
Emerald Tablet ini dinyatakan ditulis oleh Hermes Trismegistus (nama julukan saja), dan dijadikan pegangan oleh para pemuka masyarakat yang pertama. Dalam sejarah ilmu pengetahuan, dahulu dikenal nama Alchemy (Arabic: Al-Kimia), ahli pengetahuan kimia yang juga berprofesi seperti filosofer dan rohaniwan. Alchemy menyelidiki tentang kondisi alam dan lingkungan baik yang berhubungan dengan kimia, metalurgi, fisika, pengobatan, astrologi, mistik, spiritual, dan semua seni budaya tentang adanya kekuatan yang lebih besar dari manusia. Jadi sejak jaman dulu manusia sudah percaya adanya suatu kekuasaan yang lebih besar, tapi mungkin belum disebut sebagai Tuhan.
Alchemy telah dipraktekkan di Mesopotamia, Mesir Kuno, Persia, India dan China, di Yunani dan Romawi, kemudian berkembang pesat pada jaman kejayaan Islam di Timur Tengah, lalu menyebar ke Eropa pada abad ke 19. Semua kegiatan Alchemy selalu dikaitkan dengan Hermes Trismegistus, yang dianggap dewa di Mesir dan Yunani.
Karena Alchemy sangat dipercaya sebagai orang yang sakti, terkadang ada juga orang-orang yang mengaku-ngaku Alchemy demi popularitas, ada yang lebih percaya mistik, ada yang berusaha mencari jalan merubah batu menjadi emas, namun ada juga yang berlandaskan pada jalur ilmiah dan intelektual dan menjadi ilmuwan terkemuka, seperti Isaac Newton dan Robert Boyle. Mereka mencoba menggali kemampuan alam dan substansi kimia serta proses kimia. Mereka melakukan eksprimen, cara-cara tradisional, cara umum, kadang eksprimen dari berspekulasi, dalam usahanya menguak tabir misteri dari alam semesta.
Tidak heran nama Newton disebutkan dalam The Secret, karena Orang-orang terkemuka dalam sejarah telah mempelajarinya Emerald Tablet. Newton juga belajar dari guru-guru terdahulu seperti Socrates, Plato, Aristoteles. Kata-kata ‘The Secret’ ada dalam Emerald Tablet. Emerald Tablet adalah salah satu dokumen bersejarah terpenting untuk kehidupan manusia. Rhonda Byrne menyatakan bahwa ‘The Secret’ yang pertama ada dalam Emerald Tablet, lalu kata Rosicrucian yang diteruskan oleh Victor Hugo dan Ludwig Van Beethoven.
***
Wallace D. Wattles

Tidak banyak yang diketahui orang tentang kehidupan pribadi Wallace D. Wattles. Dia lahir sebelum meletusnya perang sipil di Amerika sekitar tahun 1860. Setelah mengalami begitu banyak kegagalan dalam hidupnya, Wallace kemudian memutuskan untuk mempelajari karya tokoh-tokoh terkemuka, baik rohaniwan maupun filosofer, diantaranya Descartes, Spinoza, Gottfried Leibniz, Schopenhauer, Hegel, Swedenborg, Ralph Waldo Emerson, and lainnya.
Melalui pembelajaran yang tak kenal lelah, akhirnya dia sadar bahwa dia telah menemukan suatu rahasia hidup yang sangat dahysat, lalu mulai mempraktekkannya dalam hidupnya. Semua prinsip yang dipelajarinya dipraktekkan dalam hidupnya sendiri dan mencapai sukses sesuai dengan prinsipnya.
Dia mulai menulis buku menjelaskan semua prinsipnya. Dia mempraktekkan teknik visualisasi kreatif. Anaknya Florence mengatkan bahwa di akhir hayatnya, “Dia menulis terus menerus. Dia membuat gambaran mental. Dia melihat dirinya sebagai penulis sukses, orang yang memiliki kemampuan dahsyat, manusia yang maju, dan mulai mewujudkan visinya dalam realitas hidupnya. Dia menjiwai tiap lembar yang ditulisnya …. Hidupnya benar-benar hidup yang luar biasa!”
Formula dan prinsip yang ditulis dan dipraktekkannya dituangkan dalam buku berjudul The Science of Getting Rich.
Walaupun Wallace D. Wattles meninggal dalam usia muda 51 tahun, dan hasil karyanya tidak dikenal orang selama bertahun-tahun, akan tetapi orang yang mempelajari dan mempraktekkan prinsip yang diajarkannya terbukti menjadi sukses dan kaya, bahkan di masa kini. Bilamana Anda membaca buku The Science of Getting Rich, Anda akan menyadari bahwa banyak tokoh sukses dan tokoh pengembangan diri, serta buku-buku sukses lainnya dalam abad ini, yang mempraktekkan prinsip Mr. Wallace, walaupun tidak mengakuinya secara jelas.
Wallace D. Wattles juga menulis buku berjudul ‘The Science of Being Well’ dan ‘The Science of Being Great’, dan sebuah novel berjudul Hellfires.
Bob Proctor adalah salah satu tokoh pengembangan diri yang sepanjang hidupnya mempraktekkan ‘The Science of Getting Rich’ ala Wallace D. Wattles dan membuat seminar khusus The Science of Getting Rich.
***
Charles F. Haanel
Charles F. Haanel, sama seperti Wallace D. Wattles, tidak begitu banyak dikenal sebagai penulis, hal ini karena mereka memang menulis khusus untuk kalangan tertentu.
Charles memulai karir masa mudanya sebagai office boy. Setelah bekerja selama 15 tahun, dia memutuskan untuk merubah hidupnya dengan karir baru agar bisa mencapai kebebasan finasial. Dia memiliki ide untuk membuat perusahaan perkebunan memanfaatkan banyaknya lahan kosong di Mexico. Tak kenal lelah, dia berusaha meyakinkan orang-orang kaya pada jamannya untuk bekerjasama membuat perkebunan tebu dan kopi, akhirnya terwujud tahun 1898. Dia diangkat sebagai presiden direktur dari Continental Commercial Company, perkebunan tebu dan kopi. Dalam 7 tahun kemudian, perusahaannya menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Tidak berhenti di puncak karirnya, Charles juga penggagas dan presiden dari Sacramento Valley Improvement Company (perkebunan anggur) dan presiden dari Mexico Gold & Silver Mining Company (pertambangan).
Semua keberhasilannya dimulai dari pencarian rahasia kunci kehidupan, dari berbagai agama, di antaranya Hindu Yogi. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah The Master Key System.
Awalnya The Master Key System adalah kursus mingguan melalui kiriman pos. Setiap minggu, Charles akan mengirimkan 1 bab ke pembacanya. Pembacanya diharapkan untuk senantiasa membaca 1 bab setiap minggu dan langsung mempraktekkannya. Kesemuanya adalah 24 minggu — 24 bab.
Pembacanya adalah juga orang-orang kaya pada jamannya, menjadi semakin kaya dan lebih mengerti tentang kekayaannya. Begitu luar biasanya kursus 24 minggu itu, maka orang-orang kaya tersebut memilih membayar mahal agar pengetahuan tersebut tidak disebarluaskan kepada masyarakat umum, suatu usaha mengekalkan kekayaan mereka.
Materi The Master Key System terdiri atas beberapa pokok ajaran kunci – kunci utama – untuk menggunakan kekuasaan agung, pengetahuan, menuju kekayaan. Dengan menggunakan intisari, prinsip dan hukum kebenaran alam semesta, dapat menghimpun suatu kekuatan dahsyat dari dalam setiap orang yang mempelajarinya.
Dengan sistem kunci utama, Anda akan menemukan kembali kekuatan jaman dulu, yang tidak berubah, prinsip dasar yang mengatur masa depan kita, dan kita bisa membuat perbedaan atas hasil yang akan kita capai dalam kekayaan, kesehatan dan kebahagiaan.
Buku inilah yang ditemukan dan dibaca oleh Bill Gates, yang memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah di Harvard dan memulai usaha sendiri di dunia bisnis software untuk komputer, yang kemudian telah menjadikan dirinya sebagai salah satu orang terkaya di dunia.
Anda dapat mempelajari bagaimana membangunkan dan menggunakan seluruh instrumen dalam pikiran kita untuk mewujudkan kelimpahan dalam hidup dan membuka tabir kemungkinan tanpa batas kreativitas kehidupan.
****
Testimonial The Master Key
April 21, 1919.
Mr. Charles F.Haanel,
St. Louis, Mo.
Yang Terhormat Mr.Haanel
Mungkin Anda tahu, dari editorial edisi Januari Golden Rule, cetakan yang dikirim sekretaris saya kepada Anda, bahwa saya memulai usaha saya 21 tahun yang lalu sebagai penambang batubara dengan bayaran 1 dollar sehari.
Sekarang saya telah memiliki perusahaan 10 juta dollar dengan gaji sekitar $105,200.00 per tahun, hanya untuk sebagian waktu saya, hanya agar saya tetao menjadi editor Golden Rule.
Saya percaya ada saatnya untuk kita berterima kasih, maka saat ini juga saya hendak memberitahukan kepada Anda bahwa kesuksesan saya saat ini, dan kesuksesan karya yang saya capai sebagai presiden dari Napoleon Hill Institute bersumber dari prinsip yang Anda tuliskan dalam The Master-Key System.
Anda telah melakukan banyak kebaikan dengan membantu banyak orang untuk menyadari bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai bilamana hal itu bisa kita bayangkan dalam imajinasi kita. Hal ini terbukti dalam pengalaman hidup saya.
Saya akan terus bekerjasama dengan Anda untuk menyebarkan kursus Anda ke tangan banyak orang yang benar-benar sangat membutuhkan wejangan Anda.
Dengan segala hormat dan kerendahan hati,
Napoleon Hill,
Editor Golden Rule
Chicago, Illinois
***
Belajar Dari Orang Bijak Terdahulu
Sejaman dengan Wallace D. Wattles di Amerika — penulis The Science of Getting Rich, adalah James Allen dari Inggris — penulis As A Man Thinketh tentang kekuatan dan vibrasi pikiran. Lalu juga Thomas Troward, Inggris, menulis tentang Mental Science, diteruskan oleh muridnya Genevieve Behrend.
Berbagai tokoh terkemuka dari seluruh dunia telah mencari dan belajar dari literatur kuno, kitab suci pelbagai agama dan menemukan satu hukum yang sama, walaupun tidak saling membahasnya, walaupun tidak saling mengenal, ini menunjukkan suatu indikasi:
“Ada satu hukum yang luar biasa, dan jika kita memahami hukum ini, kita juga bisa menjadi luar biasa sebagaimana orang terdahulu!”
the.secret.id
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.